Siapa berani donor darah ?

Kurang lebih segelas darah, satu labu atau sekitar 250 ml diambil dari tubuh pendonor. Syarat untuk bisa jadi pendonor sebetulnya “cuma” berat badan lebih dari 45 kg dan tensi normal. Ditambah tidak sedang hamil atau menstruasi bagi perempuan. Apakah pendonor menderita suatu penyakit, pmi nanti yang akan memeriksa dan memilah darah tersebut.
Dari sini saja keuntungan jadi pendonor sudah kelihatan. Dulu waktu di bandung, seorang teman atas kesadaran sendiri berniat rutin datang ke PMI. Tiga bulan kemudian ketika tiba waktunya untuk donor, catatan dari PMI menunjukkan bahwa darahnya positif hepatitis. Padahal dia tidak merasa ada keluhan. Deteksi dini ini menguntungkan untuk pengobatan selanjutnya, semacam medical check up gratis dari beberapa penyakit berbahaya.
Sebetulnya tidak hanya itu, adanya sirkulasi darah baru juga disebut sebagai salah satu dampak kesehatan. Ada juga yang menyebutkan, dengan berkuirangnya volume darah, tubuh berusaha memenuhi lagi butir darah sesuai yang dibutuhkan sehingga jadi baru lagi. Tidak heran, beberapa pendonor merasa badan lebih segar setelah donor.
Pertanyaannya kemudian, kenapa banyak orang enggan melakukan donor darah ?
Padahal, kata pmi, setetes darah anda, nyawa bagi penderita.
Selamat donor darah!

ayo donor

20 Komentar

Filed under Uncategorized

20 Respon untuk Siapa berani donor darah ?

  1. Allhamdulillah saya sudah terbiasa donor darah, dan tadi pagi saya juga donor di GSG, mudahan darah saya bermanfaat, secara saya belum pernah memriksakan kondisi darah saya di lab…

  2. Alasan mereka secara umum adalah phobia terhadap jarum.
    Kalau donor darah sebelum tiga bulan siklus mempunya efek samping tidak ya?

  3. nia

    ada yang takut dengan jarum suntik, ada juga alasan kesehatan

    tapi kalau saya, akan bersedia mendonorkan darah Bu .. he he he, ga takut jarum suntik soalnya

  4. n1n1ng

    @syafwan : kayaknya siklus tsb terkait produksi sel darah merah kembali normal

    @nia : siiip ! berarti kemarin ikut donor di ultah sekar ya ?

  5. Dulu waktu msh remaja sy rutin donor 3 bln sekali. Setelah tahu bhw ada mafia jualbeli darah di PMI, sy jadi males donor. Khawatir kalo darah yg sy sumbangkan dgn ikhlas justru disalahgunakan (dikomersilkan).
    Saat ini sy hanya donor kalau ada teman atau kenalan yg bener2 membutuhkan. Sy juga punya database (dr kawan2 sendiri di komunitas sy) daftar gol darah dr temen2 saya.
    kalaau ada yg perlu bantuan bisa menghubungi saya. Insya allah temen2 ikhlas tanpa pamrih. Gol darah sy A, terakhir donor bulan januari yll, untuk menolong istri dr seorang teman yg kekurangan darah.

  6. Satu hal lagi, kalo mau donor darah usahakan jangan begadang semalam sebelumnya… Bisa seperti saya yang “teler” seusai donor dengan tensi cuma 110…

    BTW, darah saya dan Syafwan kayaknya sekarang sudah menyatu deh. Wan, kita saudara sedarah….

  7. kayanya saya tak bisa donor…
    kebnyakan begadang…
    bilang aza tkut ma jarum suntik hihihi

  8. waktu itu saya tidak ikut donor karena sedang banyak kerjaan dan jauh dari lokasi diadakanya donor darah

  9. dulu pernah pas mau donor darah, ternyata saya dilarang oleh petugas medis yang memeriksa saya.
    alasannya adalah karena tensi saya tiba-tiba naik dan jantung saya berdebar-debar plus sedikit ada keringat dingin.

  10. Sampai saat ini saya blm pernah ikut donor darah, soalnya saya keseringan hipotensi.. pdhl pngn bgt, apalg kmrn sempat ada rekan kerja yg perlu donor darah.. tp apa daya tekanan darah dibawah normal..

  11. saya berani, tapi saya ditolak untuk jadi pendonor, karena tensi saya 90/68

  12. kisahdoktermuda

    hmm.. salah satu kerugian menerima donor darah mungkin adalah , kita blm bisa memastikan pendonor itu terkena virus HIV atau tidak…terutama bila infeksi virus HIV tapi masih dlm tahap windows periode..darahnya sangt infeksius n tidak terdeteksi oleh tes HIV yang ada di PMI…

    tapi setiap orang yang mau mendonor, pasti tujuannya mulia..

    mdh2n saya salah atau saya tidak mngikuti perkembangan ilmu pengetahuan terbaru

  13. Saya pngen tapi gugup

  14. saya siap bu…
    tapi sini (kalimantan) ada gak yah??
    udh lama ngga…

  15. @amed,
    110 buat saya termasuk tinggi loh,…wong 100 aja saya biasa ‘ngeyel’ biar di acc untuk donor,…

    @dillah,
    banyak alasan menuju roma, eh untuk tak jadi donor,…

    @pakacil
    hahahaaaa,…gondrong tak berbanding lurus dengan berani ya ? eh, sekarang ga gondrong lagi siiihhh

    @soulharmony
    believe it or not, jaman sma saya hipotensi. Ga pernah bisa nyampe 100. jaman kuliah saya rajin donor, jadi stabil 110-an. Sementara, yang hipertensi juga dianjurkan donor karena menurunkan tensi.
    So, donor darah bikin sehat dan manfaat untuk sesama !

  16. n1n1ng

    Resiko penerima kan pa dokter ?
    Ini kan ngomporin supaya jadi donor,..buat kita-kita yang insya Allah sehat,…

  17. shazima

    saya berniat sekali donor…
    tapi belum yakin sepenuh hati..
    teman2q doakan smoga niat ini lebih mantap ya..

  18. wah. saya gagal donor darah, padahal pengen banget. baru tahu kalo donor juga ad syaratnya. fit dan sudah makan, sementara saya lagi puasa. LOL

  19. Duhhh….
    senangnya hatiku udah dapat membantu menyelamatkan
    nyaya orang lain…..
    Ternyata donor Darah tu tidak ada ruginya ya….!!!!!

  20. Duhhh….
    senangnya hatiku udah dapat membantu menyelamatkan
    nyawa orang lain…..
    Ternyata donor Darah tu tidak ada ruginya ya….!!!!!

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s