Niat vs Nyali

Secara fitrah, setiap orang punya niat baik. Niat untuk jadi baik, niat untuk menolong, niat untuk berbagi. Sebaliknya, konon, seseorang itu juga punya sifat selfish, egois. Kalau terkait dirinya, dia akan melakukan yang terbaik, tapi belum tentu jika hal itu terkait orang lain.  Mana yang benar ya ? Dua-duanya mungkin,…

Yang jelas, mengikuti kata hati untuk berbuat baik, sangat nikmat. Setelahnya, biasanya kita jadi lega dan nyamaan sekali. Tapi ternyata, tidak selamanya mudah mengikuti kata hati ini. Bahkan untuk sebuah tindakan yang nyata-nyata akan bermanfaat bagi diri sendiri.

Fenomena ini kelihatan di kegiatan donor darah. Lihat sekeliling anda,..apakah semua pernah donor darah ? Pasti ada yang tidak. Alasannya apa ? Persyaratan fisik yang memang tidak memenuhi syarat ? atau alasan lain ? Jelas-jelas donor darah ini bermanfaat bagi diri sendiri. Kalau belum pernah tau manfaat donor darah, coba baca ini. atau yang ini. Masih terasa kurang manfaatnya bagi pribadi ? Coba pikirkan manfaat bagi orang yang mencari donor darah ini. Bayangkan keluarga yang panik mencari pendonor, jika stock darah tak mencukupi.

Kalau memang tidak memenuhi syarat untuk jadi pendonor, ok laah,.. bagaimana lagi. Mungkin harus meningkatkan kualitas kesehatan dan sedikit menambah berat badan. Haa,..tapi betulkah kita menolak jadi donor karena kita terlalu kurus ? Atau alasan lain ? Kuatir efek berkurangnya darah 250 ml yang diambil dari tubuh kita ? Atau karena takut pada jarum ?

Itulah alasan kenapa judul posting ini adalah niat vs nyali. Apakah sebuah niat, akan gugur dan kalah oleh ciutnya nyali ? Karena takut melihat darah ? Darah anda sendiri , yang dilihat sepintas ? Atau darah orang, yang biasanya disimpan dalam kotak dan hanya terlihat selintas ? Karena takut sakitnya jarum yang ditusukkan ke tangan ?

Silahkan direnungkan,..apakah kita kalah dengan nyali sendiri, untuk sebuah niat baik,..

Mari rutin donor darah,..

(sepulang dari  sdit ukhuwah, rangkaian acara milad yayasan ukhuwah, gagal donor karena tensi 90/70)

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under opini ku

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s